You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
5.500 Lubang Resapan Biopori Sudah Dibangun di Kelurahan Pondok Bambu
photo Nurito - Beritajakarta.id

5.500 Lubang Biopori Tersebar di Kelurahan Pondok Bambu

Kelurahan Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, hingga kini telah berhasil membuat 5.500 lubang resapan biopori (LRB) yang tersebar di 13 RW dan 182 RT. Jumlah ini telah melebihi target yang ditentukan yakni sebanyak 5.000 LRB.

Angka ini juga masih akan kita tambah karena lahannya masih mencukupi

Lurah Pondok Bambu, Angga Sastra Amidjaya mengatakan, pembuatan lubang biopori selama ini dilakukan oleh 103 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Selain itu para pengurus RT, RW, LMK, kader Jumantik dan Posyandu bahkan turut serta melakukan pembuatan lubang resapan biopori.

"Di kantor kelurahan saja kita sudah buat 146 lubang resapan biopori. Angka ini juga masih akan kita tambah karena lahannya masih mencukupi," ujar Angga, Selasa (29/1).

1.500 Lubang Biopori Sudah Dibuat di Wilayah Kelurahan Baru

Menurutnya, dalam pembuatan lubang resapan biopori ini, pihaknya mengajak pengurus RT/RW agar semakin peduli dengan lingkungannya masing-masing.

"Material dari pengurus RT/RW, kita yang melakukan penggalian lubang dan pemasangan paralon. Jadi ada sinergitas dengan masyarakat," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye29569 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11669 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3997 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Aksi Humanis Petugas Transjakarta Bantu Lansia Tuai Apresiasi

    access_time15-10-2026 remove_red_eye3335 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Satpol PP Ungkap Kronologi Penyerangan Anggota Usai Penertiban di Kebayoran Baru

    access_time12-10-2026 remove_red_eye1778 personAldi Geri Lumban Tobing